DNS Domain Name Service adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Oke itu sekilas tentang DNS lalu apa hubungannya dengan DNS dengan Internet Cepat.Setting DNS yang kita setting di DNS komputer kita mempengengaruhi kecepatan akses internet kita ga percaya hayoo kita coba praktekan caranya yaitu : buka Control Panel-Network Connection-Local Area Connection


Senin, 28 Februari 2011
Internet Cepat dengan DNS Google
Senin, 19 April 2010
Menjalankan Visual Basic di Linux ?
Sudah bukan rahasia kalau programmer Visual Basic di Indonesia cukup banyak. Sejak kehadiran .NET, Banyak dari mereka yang migrasi ke .NET namun tidak sedikit yang tetap menjalankan versi dibawahnya (6.0).
Linux mengadopsi mereka-mereka yang ingin bermigrasi ke Linux namun tetap membawa Visual Basicnya. Ada project Gambas (Gambas almost mean Basic) untuk yang veteran VB 6 dan project Mono yang disupport oleh Novel untuk yang ingin menjalankan .NET framework di Linux.
Ada satu celah lagi yang mungkin sedikit terlewat, yaitu menjalankan Visual Basic native (asli) di Linux, bagaimana caranya ?
Hal ini bukan tidak mungkin, karena banyak perusahaan yang ingin migrasi ke Linux namun sebagian besar aplikasinya dibuat dengan Visual Basic. Bagaimana solusinya ?
Gabungan Xandros Business dengan CrossOver Office adalah jawabannya. Sebenarnya dengan CrossOver Office-pun sudah cukup, karena jika kita sudah melakukan setting samba dengan benar, database SQL Server-pun bisa diakses via ODBC native di Linux.
Saya sudah mencoba CrossOver Office versi 5 dalam bentuk .sh yang mudah diinstall dalam berbagai distro dan mulanya saya coba pada distro SUSE 9.3 / SUSE 10.
Crossover Office ini cukup powerful untuk mengakses database sekelas Microsoft Access.
Kebetulan ada teman yang membawakan saya CD Linux Xandros versi Business, dimana didalamnya sudah ada pilihan setting samba dengan authentication domain Windows Server (versi standard / Open Circulation di non aktif). Saya install Xandros Business, integrasi dengan domain Windows Server dimana sudah ada Microsoft SQL Server 2000 disana dan kemudian install CrossOver Office 5.
Setelah itu saya melakukan instalasi MDAC sekaligus melakukan updating file-file yang dibutuhkan. Cara paling mudah untuk mengupdatenya adalah instalasi Microsoft Office XP via CrossOver yang akan secara otomatis melakukan update file yang dibuthkan saat menjalankan program VB. Dengan demikian, saya sudah mendapatkan Office XP dan Program yang didevelop dengan Visual Basic berjalan pada Linux.
Melalui ODBC native bawaan Windows, SQL Server 2000 di Server Windows bisa juga diakses, sehingga program yang dibuat dengan VB langsung 'running well'.
Yang menjanjikan, Crystal Report-pun bisa dijalankan via Linux-CrossOver. So, apalagi yang ditunggu jika ingin mencoba menjalankan aplikasi Visual Basic 6 native di linux ?
Note :
- Xandros Business, CrossOver Office dan SUSE adalah distro komersial.
- CrossOver bisa diganti dengan Wine dengan sedikit usaha konfigurasi, sedangkan untuk distro, bisa diganti dengan distro lain bisa diganti sesuai selera.
- Jika ingin melakukan instalasi Microsoft Office XP maupun aplikasi propietary lainnya, jangan lupa lisensinya...
- Lakukan ujicoba dengan resiko anda, jangan lupa melakukan backup database dan melakukan ujicoba pada lingkup kecil. Kehilangan data karena melakukan ujicoba tanpa berjaga-jaga menjadi 'your own risk'.
Berikut adalah 2 buah screenshot Visual Basic yang dijalankan di Linux SUSE menggunakan CrossOver Office / Wine.
Screenshot 1* Berisi tentang tampilan menu Visual Studio 6.0
Screenshot 2
* Berisi tentang layar IDE (Integrated Development Environment) VB 6.0, Latar belakang adalah aplikasi QT Designer dan Real Player 10.
Selasa, 30 Maret 2010
Tips Hemat Bandwidth untuk Koneksi Internet dengan Modem Seluler
Telkomsel Flash, tentunya sangat menjengkelkan jika tiba-tiba quota kita habis.
Resikonya untuk beberapa paket akan turun drastis, dan beberapa paket lainnya akan
sama sekali tidak bisa digunakan. Contohnya seperti yang saya pakai, Indosat
Broadband Eco, jika quota habis akan turun drastis menjadi 64kbps, atau setara
dengan koneksi GPRS.
dengan meminimalkan content untuk browsing (ex: disable images), menggunakan
compression proxy (toonel, onspeed, dll), dan menggunakan cache proxy. Dan
kebetulan saya akan membahas penghematan bandwidth dengan cache proxy menggunakan
Squid 2.7.STABLE5.
Kenapa menggunakan cache proxy ? Dengan cache proxy, pada situs-situs yang sering
kita kunjungi, content yang harus didownload dan mengurangi jatah quota kita akan
lebih sedikit. Karena content-content tersebut akan tersimpan dahulu di cache
proxy kita. Jadi secara tidak langsung, jika kita mengunjungi situs tersebut
berulang kali, sama saja kita mendownload content dari komputer yang terinstall
proxy kita. Kesimpulannya.. lebih cepat dan lebih ngirit bandwidth.
Ok, langsung saja ke proses instalasinya.
Download dulu Squid Proxy 2.7 Stable5 untuk Windows
Extract file tersebut di partisi mana saja.. terserah, dimana saja boleh. Untuk
mempermudah langkah-langkah instalasinya, bisa disamakan dengan saya, atau extract
di “C:\squid\“
Setelah semua ter-extract, masuk ke folder “C:\squid\etc\“. Disana terdapat filefile
konfigurasi squid :
- cachemgr.conf.default
- mime.conf.default
- squid.conf.default
- squid_radius_auth.conf.default
Kemudian rename keempat file tersebut dengan menghilangkat tulisan “.default“.
Sehingga menjadi:
- cachemgr.conf
- mime.conf
- squid.conf
- squid_radius_auth.conf
Setelah selesai me-rename keempat file tersebut, kemudian buka file “squid.conf”
dengan notepad atau editor kesayangan anda(EditPlus, Ultra Edit, Notepad ++, dan
lain-lain).
Cari tulisan (CTRL+F) “TAG: http_port“, kemudian cek apakah di bawah tulisan “#
Squid normally listens to port 3128” sudah ada tulisan “http_port 3128” atau
belum, jika belum tambahkan tulisan “http_port 3128” di bawah tulisan “# Squid
normally listens to port 3128“.
Sehingga menjadi:
# TAG: http_port
# Usage: port [options]
# hostname:port [options]
# 1.2.3.4:port [options]
# If you run Squid on a dual-homed machine with an internal
# and an external interface we recommend you to specify the
# internal address:port in http_port. This way Squid will only be
# visible on the internal address.
#
# Squid normally listens to port 3128
http_port 3128
Cari tulisan (CTRL+F) “TAG: visible_hostname“, kemudian cek apakah di bawah
tulisan “# none” sudah ada tulisan “visible_hostname localhost” atau belum. Jika
belum, tambahkan tulisan “visible_hostname localhost” di bawah tulisan “# none“.
Sehingga menjadi:
# TAG: visible_hostname
# If you want to present a special hostname in error messages, etc,
# define this. Otherwise, the return value of gethostname()
# will be used. If you have multiple caches in a cluster and
# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual
# names with this setting.
#
#Default:
# none
visible_hostname localhost
Cari tulisan (CTRL+F) “http_access allow localnet“, kemudian cek apakah dibawah
tulisan “http_access allow localnet” sudah terdapat tulisan “http_access allow
localhost” atau belum. Jika belum tambahkan tulisan “http_access allow localhost”
di bawah tulisan “http_access allow localnet“.
Sehingga menjadi:
# Example rule allowing access from your local networks.
# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks
# from where browsing should be allowed
http_access allow localnet
http_access allow localhost
Cari tulisan (CTRL+F) “TAG: dns_nameservers“, kemudian dibawahnya pada tulisan
“dns_nameservers“, isi value dns dengan dns ISP nya masing-masing, atau dengan DNS
yang biasanya anda gunakan. Sehingga formatnya menjadi “dns_nameservers [primary
DNS] [secondary DNS]“. Contohnya ditempat saya menggunakan OpenDNS, sehingga
menjadi “dns_nameservers 208.67.220.220 208.67.222.222“.
Sehingga menjadi:
# TAG: dns_nameservers
# Use this if you want to specify a list of DNS name servers
# (IP addresses) to use instead of those given in your
# /etc/resolv.conf file.
# On Windows platforms, if no value is specified here or in
# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are
# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP
# configurations are supported.
##
Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4
#
#Default:
# none
dns_nameservers 208.67.220.220 208.67.222.222
Simpan (CTRL+S) “squid.conf” yang baru saja kita edit tadi.
Buka “Command Prompt“, kemudian masuk ke directory “squid” tadi melalui “Command
Prompt”. Contohnya adalah dengan mengetik “cd C:\squid\sbin\“.
C:\>cd c:\squid\sbin\
C:\squid\sbin>
Setelah masuk ke directory “cd C:\squid\sbin\” melalui command prompt, kemudian
ketik “squid -z“.
C:\squid\sbin>squid -z
2008/11/18 08:45:20| Creating Swap Directories
C:\squid\sbin>
Masih di “command prompt”, ketik “squid -d l -D“, kemudian tekan “CTRL+C“.
C:\squid\sbin>squid -d l -D
2008/11/18 08:46:17| Starting Squid Cache version 2.7.STABLE5 for i686-pc-winnt.
..
2008/11/18 08:46:17| Running on Windows XP
C:\squid\sbin>
Masih di “command prompt”, ketik “squid -i”
C:\squid\sbin>squid -i
Registry stored HKLM\SOFTWARE\GNU\Squid\2.6\Squid\ConfigFile value c:/squid/etc/
squid.conf
Squid Cache version 2.7.STABLE5 for i686-pc-winnt
installed successfully as Squid Windows System Service.
To run, start it from the Services Applet of Control Panel.
Don’t forget to edit squid.conf before starting it.
C:\squid\sbin>
Dan yang terakhir (masih di command prompt), ketik “squid -O -D”
C:\squid\sbin>squid -O -D
Registry stored HKLM\SOFTWARE\GNU\Squid\2.6\Squid\CommandLine value -D
C:\squid\sbin>
Untuk menghidupkan proxy, masuk ke “Control Panel” -> “Administrative Tools” ->
“Services“. Kemudian cari nama services “squid” -> “Klik kanan” -> “Start“
Arahkan proxy pada browser anda ke alamat “localhost” dengan port “3128“.
Test dengan mengunjungi situs-situs yang sering anda buka.
Anda juga bisa menghapus services squid tersebut dengan cara mengetikkan perintah
“squid -r -n squid” di Command Prompt.
C:\squid\sbin>squid -r -n squid
Service squid deleted successfully.
Demikian mungkin langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menginstall squid proxy
di windows XP.
Jika ada yang kurang dengan tulisan ini, mohon tambahannya. Jika ada yang salah
dengan tulisan ini, mohon untuk memberi tahu saya. Jika tulisan ini membantu anda,
saya akan merasa senang sekali. Jika ada pertanyaan, silakan untuk menanyakannya,
dan akan saya jawab semampu saya.
Selamat Mencoba…. Klik disini untuk melanjutkan »»
Tutorial cara instal Squid di Windows XP.
Squid adalah software (server) proxy atau internet cache yang menyimpan data dari hasil browsing kita ke hardisk lokal, sehingga internet kita terasa semakin cepat karena beberapa file seperti image, script, video atau audio sudah disimpen dulu di hardisk. Dengan demikian browser tidak perlu mengambil data secara langsung dari internet lagi, yang perlu diambil dari internet hanya beberapa file update'an dari situs tersebut. Hal ini membuat loading browsing internet kita menjadi semakin cepat saat kita mengunjungi situs-situs yang sering kita kunjungi itu.
Manfaat pakai Squid:
- Browsing semakin cepat (untuk situs yang sudah pernah dibuka)
- Ngirit bandwidth atau kuota pemakaian internet
- Expandable User (memperbanyak user yang boleh ikutan sharing internet)
Step by step instal:
- Copy folder "squid" hasil extract ke C:\

- Masuk ke Start >> Run >> CMD

- Muncul command terus ketik cd C:\squid\sbin (enter)


- squid -z (enter)

- squid -d 1 -D (enter). Jika nggak jalan otomatis, pencet "Ctrl+C"

- squid -i (enter)

- squid -O -D (enter)

- Selesai instal squid. Selanjutnya Start >> Run >> services.msc

- Cari services "Squid", kemudian klik kanan dan "Start"

- Terakhir, setting proxy browser 127.0.0.1 port 3128

- Selesai, rasakan bedanya
Untuk uninstal squid:
- Masuk ke Start >> Run >> CMD

- Muncul command terus ketik cd C:\squid\sbin (enter)


- squid -r (enter)

- Normal lagi deh internet kamu kayak semula, jangan lupa setting ulang network browser kamu ke direct "No proxy"




